Hermeneutika digital beserta contohnya
1. Whatsapp Messenger
Whatsapp adalah aplikasi pesan untuk ponsel cerdas. WhatsApp messenger merupakan aplikasi pesan lintas flatfrom yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa pulsa, karena WhatsApp messenger menggunakan paket data internet. Aplikasi WhatsApp messenger menggunakan koneksi internet 3G, 4G, atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan Whatsapp, kita dapat melakukan obrolan daring, berbagi file, bertukar foto, dan lain-lain. Lebih dari 2 miliar orang di lebih dari 180 negara menggunakan WhatsApp1 untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, kapan pun dan di mana pun. WhatsApp adalah aplikasi gratis2 yang menyediakan layanan bertukar pesan dan panggilan yang sederhana, aman, dan reliabel serta tersedia pada berbagai telepon di seluruh dunia. WhatsApp yang didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton yang telah menghabiskan waktu 20 tahun di Yahoo. WhatsApp bergabung dengan Facebook pada tahun 2014, tetapi terus beroperasi sebagai aplikasi yang terpisah dengan fokus untuk membangun layanan bertukar pesan yang bekerja dengan cepat dan reliabel di mana pun di seluruh dunia.
2. Google Classroom
Kita telah mengenal Google Classroom sebagai platformdigital yang dikembangkan google untukmenyediakantempat bagi pendidik dan peserta didik agar dapat salingberinteraksi, berkomunikasi, berdiskusi, serta bekerja bersama-sama dengan sebuah kelompok dalam sistem daring.Fitur yang tersedia pada google classroom memberikan kemudahan kepada penggunanya, dalam hal ini dosen sebagai pendidik dan mahasiswa sebagai peserta didik untuk melaksanakan proses belajar dengan lebih intens.Hal ini dikarenakan peserta didik dapat berpartisipasi secara individual dalam sebuah pembelajaran. File yang dikirim akan langsung terintegrasi ke dalam Google drive yang tersusun secara rapih..Aplikasi ini bisa dioperasikan oleh siapa saja yang sudah tergabung dalam kelas tersebut. Kelasyang dimaksud adalah kelas yang telah dibuat oleh dosen dengan disesuaikan pada kelas yang riil. Menurut
Herman dalam mengungkapkan bahwa GCR (google classroom) menggunakan kelas dan tersedia bagi siapapun yang mempunyai Google Apps untuk pendidikan, serangkaian alat produktifitas tak berbayar, seperti gmail, drive, dan dokumen.Rancangan kelas pada aplikasi ini sungguh sangat ramah lingkungan mengingat mahasiswa tak lagi memerlukan kertas dalam mengumpulkan tugas. Hal ini sesuai dengan gagasan Herman dalam yang menyampaikan bahwa kelas pada GCR didesain untuk membantu dosen membuat dan mengumpulkan tugas tanpa bersentuhan kertas, termasuk fitur pengemat waktu seperti kemampuan untuk membuat salinan google dokumen secara otomatis bagi semua mahasiswa
3. Zoom
Zoom didirikan oleh Eric Yuan, yang saat ini menjadi CEO Zoom Technologies, Inc. ide memulai startup konferensi video berawal dari masa Eric sedang duduk dibangku kuliah dan sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan sang kekasih. Zoom merupakan salah satu diantara sekian banyak platform digital yang manfaatnya untuk memberikan kemudahan dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi dalam jaringan, teleconference, dan video konferensi. Aplikasi ini menyuguhkan kemudahan akses komunikasi dalam jaringan (daring) antar partisipan berbayar.Platform ini memilikikeunggulanopen access atautanpa biaya, tidak adanya batasan maksimal peserta video konferensi (lebih dari 100 partisipan), kemudahan sharing content, dan kemudahan dalam proses pendaftaran dan login sebagai partisipan.
Reviewed by Muhammad Alfian
on
June 27, 2023
Rating:

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete